Jumat, 30 April 2010

Kamar Kelas III Makin Penuh

The best course of action to take sometimes isn't clear until you've listed and considered your alternatives. The following paragraphs should help clue you in to what the experts think is significant.
Jakarta, Kompas - Kamar kelas III di rumah sakit-rumah sakit semakin penuh. Bahkan, ada yang mengubah fasilitas kelas II menjadi kelas III. Muncul kekhawatiran kondisi itu akan memengaruhi kualitas dan mutu pelayanan.

Demikian terungkap dalam acara jumpa pers di Kementerian Kesehatan, Jumat (30/4). Ketua Asosiasi Rumah Sakit Vertikal Indonesia sekaligus Direktur Utama RSUP Fatmawati, Chairul Radjab Nasution mengatakan, kebijakan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) memengaruhi semakin penuhnya kamar kelas tiga di rumah sakit. Rumah sakit tidak boleh menolak pasien. Pasien Jaminan Kesehatan Masyarakat tidak dikenai biaya dan tidak boleh ada diskriminasi. Rumah sakit lalu menyesuaikan diri, ujarnya.

I trust that what you've read so far has been informative. The following section should go a long way toward clearing up any uncertainty that may remain.

Chairul mengatakan, sebagian rumah sakit memodifikasi kamar kelas II menjadi kamar kelas III. Rumah sakit besar pemerintah rata-rata menyediakan kamar kelas III di atas 50 persen.

Tenaga yang ada dimaksimalkan, antara lain, dengan mengaktifkan tenaga perawat tingkat akhir. Sejauh ini, rumah sakit tetap memberikan layanan dengan standar yang sama, walaupun kelas berbeda.

Kian sesaknya rumah sakit pusat juga disebabkan tidak berjalannya sistem rujukan. Dia mengatakan, di rumah sakit-rumah sakit vertikal, sekitar 60 persen pasien datang dengan penyakit ringan yang dapat ditangani di puskesmas.

Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Kementerian Kesehatan Usman Sumantri mengatakan, sudah ada sistem rujukan dari Kementerian Kesehatan, tetapi belum berjalan maksimal. Masih dibutuhkan edukasi kepada masyarakat. Saat ini, kalau rumah sakit menolak pasien dan meminta warga dengan sakit ringan untuk puskesmas akan menimbulkan kemarahan warga, ujarnya. (INE)

Hopefully the sections above have contributed to your understanding of news. Share your new understanding about news with others. They'll thank you for it.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar