Jumat, 02 April 2010

Alasan Baru Berhenti Merokok

Current info about news is not always the easiest thing to locate. Fortunately, this report includes the latest news info available.
VIVAnews - Ditemukannya jejak darah babi dalam filter rokok mungkin bisa jadi alasan tepat agar Anda segera menghentikan kebiasaan buruk ini. 

Sejak akhir Maret lalu, peringatan pada kelompok-kelompok keagamaan telah disebar setelah jejak darah babi ditemukan dalam filter rokok. Seorang profesor Australia pun telah memperingatkan kepada kelompok-kelompok keagamaan agar lebih selektif memilih merk rokok.

Simon Chapman, seperti dikutip dari laman dailymail.co.uk, mengatakan penelitian Belanda baru-baru ini telah mengidentifikasi 185 merk rokok menggunakan hemoglobin dalam darah babi pada fiter rokok.

Profesor dari Universitas Sidney ini pun mengatakan, studi ini memberikan peringatan ke dunia manufaktur rokok dan cenderung memicu keprihatinan bagi Muslim dan para pengikut Yahudi yang taat.

It seems like new information is discovered about something every day. And the topic of news is no exception. Keep reading to get more fresh news about news.

Chapman juga menambahkan, masyarakat Yahudi tentu menganggap hal ini sangat serius dan masyarakat Islam tentu saja juga demikian.

"Tapi, ini adalah bisnis dan rahasia dagang " katanya kepada Sydney Daily Telegraph.

Penelitian ini menemukan hemoglobin babi atau protein darah telah digunakan untuk membuat filter lebih efektif memblokir bahan kimia beracun sebelum masuk ke paru-paru seorang perokok.

Profesor Chapman menyatakan, meskipun beberapa perusahaan tembakau telah secara sukarela menerbitkan daftar isi rokok di situs, mereka juga mencatat bahwa proses pengolahan produk yang dirahasiakan.

"Setidaknya satu merek rokok yang dijual di Yunani telah dikonfirmasi terbukti menggunakan hemoglobin babi dalam proses manufaktur," katanya menambahkan.

Hopefully the sections above have contributed to your understanding of news. Share your new understanding about news with others. They'll thank you for it.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar