Sabtu, 22 Mei 2010

Tuntutan Globalisasi Ekonomi Timbulkan Gesekan Nilai Budaya

The only way to keep up with the latest about news is to constantly stay on the lookout for new information. If you read everything you find about news, it won't take long for you to become an influential authority.
Ambon (ANTARA) - Tuntutan globalisasi ekonomi lewat hubungan kerjasama regional dan internasional yang menyebabkan mobilisasi manusia antarnegara akan menimbulkan gesekan antara nilai-nilai budaya asing dengan kebudayaan lokal.

"Pencegahan erosi budaya masyarakat lokal haruslah diantisipasi sejak dini untuk mengamankan masyarakat kita dari pengaruh negatif budaya asing yang sangat merugikan," kata Gubernur Maluku Karel Albert ralahalu saat membuka seminar budaya Ikatan Anak Nuhu Evav (Itanem) Kabupaten Maluku Tenggara di Ambon, Sabtu.

Pemprov Maluku menyambut positif kegiatan seminar budaya ini, karena dengan mengaktualisasi nilai-nilai budaya adat, turut memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan nasional dan daerah ke depan.

Aktualisasi nilai-nilai budaya bangsa dengan nilai budaya daerah dirasakan makin menjadi penting dengan adanya arus informasi dan komunikasi yang semakin gencar saat ini.

You may not consider everything you just read to be crucial information about news. But don't be surprised if you find yourself recalling and using this very information in the next few days.

Selain itu, penayangan dan suplai berita di media masa terutama media elektronik bila tidak diantisipasi dengan penguatan nilai budaya lokal, maka nilai moral dan etika masyarakat adat akan bersedimentasi dan merusak nilai budaya yang ada.

Gubernur mengatakan, nilai budaya yang dimiliki masyarakat sudah diyakini kebenarannya. Penerapannya akan membawa dampak kesejukan dan kerukunan dalam kehidupan keserasian masyarakat.

"Kegiatan Sail Banda 2010 merupakan ajang internasional mempromosikan berbagai potensi daerah Maluku, termasuk nilai budaya lokal masyarakat adat lebih diperkenalkan ke masyarakat dunia," katanya.

Ketua umum Itanem Maluku, Dra. Ros Far-Far mengatakan, orang Evav (Kei) sebagai satu kesatuan keluarga besar yang bernaung dalam wadah organisasi ini telah memiliki nilai-nilai budaya luhur sejak lama seperti hukum adat Larwul Ngabal.

Hukum adat ini diperkuat lagi dengan nilai-nilai agama yang dijadikan pedoman hidup masyarakat Kei yang masih tetap dipertahankan sampai saat ini dalam berbangsa dan bernegara.

"Nila budaya evav yang terhimpun dalam hukum adat Larwul Ngabal inilah yang selalu menjadi ciri khas yang menunjukan keberadaan, jati diri dan menjadi dasar bertindak setiap anak Evav di manapun mereka berada," katanya.

Now you can understand why there's a growing interest in news. When people start looking for more information about news, you'll be in a position to meet their needs.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar