Senin, 03 Mei 2010

Korban Nikotin Lampaui Korban Naziisme

Would you like to find out what those-in-the-know have to say about news? The information in the article below comes straight from well-informed experts with special knowledge about news.
Jakarta, Kompas  - Penyair veteran Taufiq Ismail masih tetap galak. Acara peluncuran buku Tiada Kata Menyerah tentang perjalanan 20 Tahun Yayasan Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok 1990-2010 di Gedung Trisula Perwari, Menteng, Sabtu (1/5), yang monoton, menjadi hidup dengan pembacaan dua buah puisinya tentang rokok. Menteri Kesehatan Dr Endang Rahayu Sedyaningsih menyatakan, pidatonya menjadi kering dibanding puisi dan orasi Taufiq.

Puisi pertama Taufiq berjudul Indonesia Keranjang Sampah Nikotin Dunia terasa normatif. Namun, puisi keduanya tentang doa para pemimpin umum perusahaan rokok Indonesia amat mengentak karena bernada keras dan amat sinis mengkritik ketidakberdayaan Pemerintah Indonesia melindungi rakyatnya dari bahaya asap rokok.

I trust that what you've read so far has been informative. The following section should go a long way toward clearing up any uncertainty that may remain.

Kita patut bersyukur karena para pejuang revolusioner yang merelakan nyawanya untuk rokok di negeri ini terus bertambah. Indonesia adalah negara dengan kematian terbesar ketiga karena asap rokok setelah China dan Amerika Serikat yaitu 400.000 jiwa per tahun, ujar Taufiq.

Dia memuncaki puisi keduanya dengan orasi tentang bahaya nikotinisme yang melampaui gabungan Naziisme dan komunisme. Saat ini rata-rata kematian akibat nikotin di dunia mencapai empat juta jiwa per tahun, sementara Naziisme tahun 1933-1945 dan komunisme dunia hanya 3,7 juta jiwa per tahun.

Menkes Endang, dalam sambutannya, menegaskan, ia tidak menjanjikan hasil bagi upaya penanggulangan bahaya merokok, tetapi ia menjanjikan upaya maksimal walaupun menghadapi banyak tantangan. (IJ)

 

As your knowledge about news continues to grow, you will begin to see how news fits into the overall scheme of things. Knowing how something relates to the rest of the world is important too.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar