Sabtu, 30 Januari 2010

Lansia Gemuk Lebih Panjang Umur

In today's world, it seems that almost any topic is open for debate. While I was gathering facts for this article, I was quite surprised to find some of the issues I thought were settled are actually still being openly discussed.
KOMPAS.com - Kalau saat ini tubuh langsing adalah segalanya untuk Anda, sebaiknya ubah pikiran Anda saat nanti memasuki usia tua. Pasalnya menurut penelitian warga senior yang gemuk justru lebih panjang umur.

Berdasarkan studi terhadap 9.200 orang lanjut usia berusia lebih dari 70 tahun diketahui mereka yang tergolong gemuk justru lebih panjang umur dibanding lansia yang berat badannya normal.

If your news facts are out-of-date, how will that affect your actions and decisions? Make certain you don't let important news information slip by you.

Meski demikian, para peneliti dari Austrilia yang melakukan studi ini mengatakan terlalu gemuk atau obesitas dan berat badan yang terlalu kurus justru memperpendek usia. Untuk orang yang masih muda kelebihan berat badan telah diketahui mengundang masalah kesehatan.

Penelitian yang dilakukan sejumlah ahli dari the University of Western Austrilia ini dilakukan dengan cara mencari rekam jejak kematian selama 10 tahun terakhir pada para responden yang berusia 70-75 tahun saat dimulainya studi.

Ditemukan bahwa responden yang BMI-nya (indeks massa tubuh) tergolong kegemukan justru lebih panjang umur dan memiliki risiko lebih kecil untuk meninggal karena penyakti tertentu, seperti jantung, kanker dan penyakit pernapasan kronis.

Akan tetapi mereka yang masuk dalam kelompok obesitas memiliki risiko kematian lebih besar dalam periode 10 tahun.  Ketua peneliti, Profesor Leon Flicker mengatakan hasil studi ini menyimpulkan kegemukan tidak berbahaya untuk para warga senior.

Don't limit yourself by refusing to learn the details about news. The more you know, the easier it will be to focus on what's important.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar